Cerita bergambar atau yang biasa di kenal dengan komik adalah suatu bacaan yang paling digemari dewasa ini. Tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa suka membaca komik. Dengan beraneka ragamnya tema yang ditawarkan membuat peminat komik tidak kekurangan pilihan. Mulai dari tema petualangan, cerita lucu bahkan cerita cinta. Selain temanya yang beragam, komik juga menawarkan gambar-gambar yang menarik yang dikemas dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami.
Komik mempunyai beberapa aliran seperti:
Ada bermacam alasan mengapa orang suka membaca komik, diantaranya: (1) komik menarik imajinasi, (2) komik memberi pelarian sementara hirup pikuk hidup sehari-hari, (3) komik mudah dibaca, bahkan anak yang kurang mampu membaca dapat memahami arti dari gambarnya, (4) komik tidak mahal bahkan kita bisa menyewanya di berbagai tempat persewaan buku, (5) karena banyak komik yang menggairahkan, misterius, dan lucu, komik mendorong kita untuk membaca, (6) bila berbentuk serial, komik memberi sesuatu yang diharapkan, kita akan menanti nanti kelanjutan dari serial yang kita baca, (7) dalam komik, tokoh sering melakukan atau mengatakan hal-hal yang tidak berani kita lakukan sendiri, walaupun kita ingin melakukannya, ini memberikan kegembiraan, seakan kita yang menjadi tokoh dalam komik tersebutk, (8) tokoh dalam komik sering kuat, berani, dan berwajah tampan, sehingga memberikan kesan yang mendalam , (9) gambar dalam komik sederhana sehingga kita dapat mengerti apa yang ingin di sampaikan pengarang, (10) komik biasanya menawarkan cerita berdasarkan kehidupan yang biasa kita jalani.
Namun dikalangan masyarakat terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai komik. Kedua pihak memberikan argumen untuk menguatkan sudut pandng masing-masing. Argumen yang menguntungkan komik adalah sebagai berikut: (1) komik dapat digunakan untuk memotivasi mengembangkan keterampilan membaca; (2) kita dapat diperkenalkan dengan kosa kata yang luas; (3) komik memberikan sumber katarsis emosional bagi emosi yang tertahan; (4) komik juga memberikan pesan moral yang dapat kita ambil; (5) kita bisa memperoleh pengetahuan tentang budaya suatu negara atau daerah; (6) komik dapat membantu kita menghilangkan rasa jenuh; (7) terkadang komik juga membuat kita memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda; (8) selain itu komik juga dikemas dengan gambar dan kalimat yang menarik.
Sebaliknya bagi kelompok yang menentang komik mengatakan mencurahkan waktu bermain secara berlebihan untuk membaca komik tidak saja kurang baik melainkan juga merupakan sumber yang dapat merugikan secara psikologis. Adapun argumen yang menentang komik menurut Hurlock (2000) adalah: (1) komik mengalihkan perhatian anak dari bacaan lain yang lebih berguna; (2) terdapat sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan pengalaman membaca dalam komik; (3) lukisan, ceritera, dan bahasa komik kebanyakan bermutu rendah; (4) ceritera yang berkaitan dengan seks, kekerasan, dan ketakutan terlalu merangsang dan sering menakutkan anak; (5) komik menghambat anak melakukan bentuk bermain lainnya; (6) dengan menggambarkan perilaku antisosial, komik mendorong timbulnya agresivitas dan kenakalan remaja; (7) komik menjadikan kehidupan sebenarnya membosankan dan tidak menarik; (8) dan komik menimbulkan stereotipe terhadap orang-orang dan ini mendorong timbulnya prasangka.
Pada dasarnya komik tidaklah seburuk yang disangka sebagian orang, komik juga bisa memberikan manfaat kepada kita. Hanya saja, kita harus memahaminya dengan bijaksana. Kita harus memilih komik mana yang pantas kita baca dan mengambil apa yang baik untuk kita.
Baca..Selengkapnya..
Komik mempunyai beberapa aliran seperti:
- Manga ( aliran Jepang ) Gaya menggambar dengan pengekspresian karakter melalui mata besarnya sehingga mudah untuk mengungkapkan isi hati karakter komik.
- Grafik Novel ( aliran Amerika ) Komik dalam bentuk kompilasi yang jumlah halamannya banyak dan cenderung bercerita tentang super hero.
- Manhua ( aliran Cina ) Semua bentuk dan style kartun dan lianhuantu ( buku ilustrasi tradisional ).
- Manhwa ( aliran Korea Selatan ) Mirip dengan manga tetapi garis tarikannya selalu tebal.
- Komik Eropa Cerita bersetting kejadian sehari-hari sebagai tema.
Ada bermacam alasan mengapa orang suka membaca komik, diantaranya: (1) komik menarik imajinasi, (2) komik memberi pelarian sementara hirup pikuk hidup sehari-hari, (3) komik mudah dibaca, bahkan anak yang kurang mampu membaca dapat memahami arti dari gambarnya, (4) komik tidak mahal bahkan kita bisa menyewanya di berbagai tempat persewaan buku, (5) karena banyak komik yang menggairahkan, misterius, dan lucu, komik mendorong kita untuk membaca, (6) bila berbentuk serial, komik memberi sesuatu yang diharapkan, kita akan menanti nanti kelanjutan dari serial yang kita baca, (7) dalam komik, tokoh sering melakukan atau mengatakan hal-hal yang tidak berani kita lakukan sendiri, walaupun kita ingin melakukannya, ini memberikan kegembiraan, seakan kita yang menjadi tokoh dalam komik tersebutk, (8) tokoh dalam komik sering kuat, berani, dan berwajah tampan, sehingga memberikan kesan yang mendalam , (9) gambar dalam komik sederhana sehingga kita dapat mengerti apa yang ingin di sampaikan pengarang, (10) komik biasanya menawarkan cerita berdasarkan kehidupan yang biasa kita jalani.
Namun dikalangan masyarakat terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai komik. Kedua pihak memberikan argumen untuk menguatkan sudut pandng masing-masing. Argumen yang menguntungkan komik adalah sebagai berikut: (1) komik dapat digunakan untuk memotivasi mengembangkan keterampilan membaca; (2) kita dapat diperkenalkan dengan kosa kata yang luas; (3) komik memberikan sumber katarsis emosional bagi emosi yang tertahan; (4) komik juga memberikan pesan moral yang dapat kita ambil; (5) kita bisa memperoleh pengetahuan tentang budaya suatu negara atau daerah; (6) komik dapat membantu kita menghilangkan rasa jenuh; (7) terkadang komik juga membuat kita memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda; (8) selain itu komik juga dikemas dengan gambar dan kalimat yang menarik.
Sebaliknya bagi kelompok yang menentang komik mengatakan mencurahkan waktu bermain secara berlebihan untuk membaca komik tidak saja kurang baik melainkan juga merupakan sumber yang dapat merugikan secara psikologis. Adapun argumen yang menentang komik menurut Hurlock (2000) adalah: (1) komik mengalihkan perhatian anak dari bacaan lain yang lebih berguna; (2) terdapat sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan pengalaman membaca dalam komik; (3) lukisan, ceritera, dan bahasa komik kebanyakan bermutu rendah; (4) ceritera yang berkaitan dengan seks, kekerasan, dan ketakutan terlalu merangsang dan sering menakutkan anak; (5) komik menghambat anak melakukan bentuk bermain lainnya; (6) dengan menggambarkan perilaku antisosial, komik mendorong timbulnya agresivitas dan kenakalan remaja; (7) komik menjadikan kehidupan sebenarnya membosankan dan tidak menarik; (8) dan komik menimbulkan stereotipe terhadap orang-orang dan ini mendorong timbulnya prasangka.
Pada dasarnya komik tidaklah seburuk yang disangka sebagian orang, komik juga bisa memberikan manfaat kepada kita. Hanya saja, kita harus memahaminya dengan bijaksana. Kita harus memilih komik mana yang pantas kita baca dan mengambil apa yang baik untuk kita.