Kamis, 18 Juni 2009

Komik

Cerita bergambar atau yang biasa di kenal dengan komik adalah suatu bacaan yang paling digemari dewasa ini. Tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa suka membaca komik. Dengan beraneka ragamnya tema yang ditawarkan membuat peminat komik tidak kekurangan pilihan. Mulai dari tema petualangan, cerita lucu bahkan cerita cinta. Selain temanya yang beragam, komik juga menawarkan gambar-gambar yang menarik yang dikemas dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami.

Komik mempunyai beberapa aliran seperti:
  1. Manga ( aliran Jepang ) Gaya menggambar dengan pengekspresian karakter melalui mata besarnya sehingga mudah untuk mengungkapkan isi hati karakter komik.
  2. Grafik Novel ( aliran Amerika ) Komik dalam bentuk kompilasi yang jumlah halamannya banyak dan cenderung bercerita tentang super hero.
  3. Manhua ( aliran Cina ) Semua bentuk dan style kartun dan lianhuantu ( buku ilustrasi tradisional ).
  4. Manhwa ( aliran Korea Selatan ) Mirip dengan manga tetapi garis tarikannya selalu tebal.
  5. Komik Eropa Cerita bersetting kejadian sehari-hari sebagai tema.
Perkembangan komik sekarang ini sangat pesat diIndonesia. Pasaran komik diIndonesia banyak didominasi oleh komik karya negara lain seperti jepang (doraemon, shinchan, naruto, dll), amerika (X-men,IronMan,Civil War, Superman, Batman, dll), Eropa (Asterix, Tintin, Smurf, Lucky Luke, Donald Duck, dll), korea (saman king, kung, dll). Sedangkan komik karya negeri sendiri semakin tertinggalkan, seperti: Si Buta dari Gua Hantu, Gundala, Godam, Jaka Sembung, si Tolol, Wayang Mahabharata, Ramayana, Wayang Purwa, Dagelan Petruk-Gareng, Cerita Silat saduran Gan KL, OKT, Gan KH, Tjan ID, Cerita Silat Kho Ping Hoo dan masih banyak lagi.

Ada bermacam alasan mengapa orang suka membaca komik, diantaranya: (1) komik menarik imajinasi, (2) komik memberi pelarian sementara hirup pikuk hidup sehari-hari, (3) komik mudah dibaca, bahkan anak yang kurang mampu membaca dapat memahami arti dari gambarnya, (4) komik tidak mahal bahkan kita bisa menyewanya di berbagai tempat persewaan buku, (5) karena banyak komik yang menggairahkan, misterius, dan lucu, komik mendorong kita untuk membaca, (6) bila berbentuk serial, komik memberi sesuatu yang diharapkan, kita akan menanti nanti kelanjutan dari serial yang kita baca, (7) dalam komik, tokoh sering melakukan atau mengatakan hal-hal yang tidak berani kita lakukan sendiri, walaupun kita ingin melakukannya, ini memberikan kegembiraan, seakan kita yang menjadi tokoh dalam komik tersebutk, (8) tokoh dalam komik sering kuat, berani, dan berwajah tampan, sehingga memberikan kesan yang mendalam , (9) gambar dalam komik sederhana sehingga kita dapat mengerti apa yang ingin di sampaikan pengarang, (10) komik biasanya menawarkan cerita berdasarkan kehidupan yang biasa kita jalani.

Namun dikalangan masyarakat terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai komik. Kedua pihak memberikan argumen untuk menguatkan sudut pandng masing-masing. Argumen yang menguntungkan komik adalah sebagai berikut: (1) komik dapat digunakan untuk memotivasi mengembangkan keterampilan membaca; (2) kita dapat diperkenalkan dengan kosa kata yang luas; (3) komik memberikan sumber katarsis emosional bagi emosi yang tertahan; (4) komik juga memberikan pesan moral yang dapat kita ambil; (5) kita bisa memperoleh pengetahuan tentang budaya suatu negara atau daerah; (6) komik dapat membantu kita menghilangkan rasa jenuh; (7) terkadang komik juga membuat kita memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda; (8) selain itu komik juga dikemas dengan gambar dan kalimat yang menarik.

Sebaliknya bagi kelompok yang menentang komik mengatakan mencurahkan waktu bermain secara berlebihan untuk membaca komik tidak saja kurang baik melainkan juga merupakan sumber yang dapat merugikan secara psikologis. Adapun argumen yang menentang komik menurut Hurlock (2000) adalah: (1) komik mengalihkan perhatian anak dari bacaan lain yang lebih berguna; (2) terdapat sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan pengalaman membaca dalam komik; (3) lukisan, ceritera, dan bahasa komik kebanyakan bermutu rendah; (4) ceritera yang berkaitan dengan seks, kekerasan, dan ketakutan terlalu merangsang dan sering menakutkan anak; (5) komik menghambat anak melakukan bentuk bermain lainnya; (6) dengan menggambarkan perilaku antisosial, komik mendorong timbulnya agresivitas dan kenakalan remaja; (7) komik menjadikan kehidupan sebenarnya membosankan dan tidak menarik; (8) dan komik menimbulkan stereotipe terhadap orang-orang dan ini mendorong timbulnya prasangka.

Pada dasarnya komik tidaklah seburuk yang disangka sebagian orang, komik juga bisa memberikan manfaat kepada kita. Hanya saja, kita harus memahaminya dengan bijaksana. Kita harus memilih komik mana yang pantas kita baca dan mengambil apa yang baik untuk kita.

Baca..Selengkapnya..

Membaca

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan minat baca masyarakatnya masih rendah. Ada banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca Indonesia tergolong rendah.

Pertama, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas membaca anak-anak kita tanpa adanya buku-buku bermutu. Untuk itulah, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita.

Kedua, banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiatan membaca. Padahal, jika ingin menciptakan anak-anak yang memiliki pikiran luas dan baik akhlaknya, mau tidak mau kegiatan membaca perlu ditanamkan sejak dini.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menumbuhkan minat baca, diantaranya; meningkatkan kuantitas dan kualitas perpustakaan maupun tempat membaca lainnya. Diantaranya program perpustakaan keliling, program mobil pintar, program perpustakaan daerah, program rumah pintar, dll.

Disamping itu, perlunya peranan keluarga dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca. Disinilah pada dasarnya letak dan arah kemajuan bangsa dapat diraih. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan mengingat seluruh anggotanya dimungkinkan dapat berinteraksi secara intensif, bebas dan dinamis. Oleh sebab itu dalam, menumbuhkan budaya dan minat baca, maka harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unsur terpenting dalam sebuah komunitas masyarakat.

Ada beberapa cara konservatif yang sangat efektif untuk meningkatkan minat baca di lingkungan keluarga, yaitu :
  • Merangsang rasa ingin tahu anak.
  • Menjawab rasa keingintahuan tersebut dengan buku bacaan sesuai dengan usia dan minatnya.
  • Menjawab setiap pertanyaan yang diajukan sang anak dengan mengutip dari buku sehingga merangsang anak untuk membaca dari sumbernya secara langsung.
  • Membiasakan anak untuk gemar membaca semenjak kecil.
  • Belajar merawat dan mencintai buku.
  • Menciptakan budaya baca dalam keluarga.
  • Orang tua memberikan contoh yang nyata.
  • Adanya proses transfer nilai melalui proses pembelajaran secara langsung.
  • Mengalokasikan dana khusus untuk pembelian buku dan bacaan.
  • Menempatkan kebiasaan membaca sebagai sebuah kebutuhan rutin.
  • Tersedianya perpustakaan mini dalam keluarga, bila memungkinkan.


Baca..Selengkapnya..

Selasa, 16 Juni 2009

Musibah di Aceh



Aceh adalah sebuah Daerah Istimewa setingkat provinsi yang terletak di Pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Daerah ini berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatra Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Ibukota Aceh ialah Banda Aceh. Pelabuhannya adalah Malahayati-Krueng Raya, Ulee Lheue, Sabang, Lhokseumawe dan Langsa. Aceh merupakan kawasan yang paling buruk dilanda gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Beberapa tempat di pesisir pantai musnah sama sekali. Yang terberat adalah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Singkil dan Simeulue.

Musibah ini telah merenggut ratusan ribu jiwa manusia dan menghancurkan infrastruktur di Nanggroe Aceh Darussalam. Musibah ini telah menyisakan penderitaan yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Mereka kehilangan keluarga yang tercinta, kehilangan tempat tinggal serta hal yang menyedihkan adalah mereka harus berjuang dengan maut untuk menyelamatkan diri dari musibah itu.

Lebih dari dua puluh lima ribu orang tewas akibat gempa berkekuatan 8,9 skala richter terjadi di lepas pantai barat Aceh, pada Minggu (26/12) pukul 8 pagi waktu setempat. Pusat gempa berada di laut dan menyebabkan gelombang tsunami yang menghantam pesisir 8 negara; Indonesia, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Burma, Maladewa(Maldives), Sri Lanka, dan India. Gelombang tsunami inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa pada bencana ini.

Akibat terjadinya gempa dan tsunami adalah kerusakan tambak budidaya tersebar merata. Bahkan di daerah yang tidak terlalu parah dampak tsunaminya (misalnya di Aceh Selatan), tambak-tambak yang tergenang tidaklah mudah diperbaiki dan digunakan kembali. Kerugian ekonomi paling besar berasal dari hilangnya pendapatan dari sektor perikanan (tangkap dan budidaya). Hilangnya sejumlah besar nelayan, hilang atau rusaknya sarana dan prasarana perikanan termasuk alat tangkap dan perahu serta kerusakan tambak menjadikan angka kerugian sedemikian besarnya.

Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu paling sedikit 5 tahun. Di subsektor perikanan tangkap, bahkan diduga perlu waktu lebih lama (sekitar 10 tahun), karena banyaknya nelayan yang hilang atau meninggal selain rusaknya sejumlah besar perahu atau alat tangkap.

Baca..Selengkapnya..

Mata Kuliah yang Dikuasai

ISBD adalah mata kuliah umum. ISBD merupakan singkatan dari ilmu sosial budaya dasar, mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang menjadi dasar dari semua mata kuliah. Bertugas sebagai kontrol semua bidang studi. Sebagai contoh seorang mahasiswa belajar tentang ilmu jaringan banyak ilmu yang didapat, ilmu tersebut dapat digunakan untuk kebaikan atau bahkan kejahatan, untuk mencegah terjadi penyalahgunaan disinilah ISBD berperan untuk mengontrol. ISBD mengajarkan ilmu tentang berperilaku bermasyarakat, berlaku baik dalam segala hal, sebagai pembentuk kepribadian. Sehingga alangkah baiknya kuasai terlebih dahulu Ilmu Sosial Budaya Dasar sebelum menguasai mata kuliah yang lainnya. Untuk apa menjadi seorang sarjana, menjadi orang yang kaya dan sukses tetapi tidak memiliki moral yang baik.
Baca..Selengkapnya..